Berbagi dan Belajar: Australia dan Indonesia Menyelenggarakan Lokakarya Kawasan tentang Tanggap Bencana

>> Rabu, 05 Agustus 2009

Australia bekerjasama dengan pihak berwenang manajemen darurat Indonesia Rabu, 5 Agustus 2009, meluncurkan lokakarya empat hari di Yogyakareta tentang penilaian kerusakan ekonomi pada bencana besar kawasan.

“Indonesia dan Australia telah bekerjasama secara erat untuk saling mendukung pada beberapa tahun terakhir untuk memberikan tanggapan terhadap bencana alam, termasuk di Aceh, Yogyakarta, dan selama kebakaran hutan di Victoria,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer. “Dengan bersama-sama menyelenggarakan lokakarya ini, Australia dan Indonesia dapat memanfaatkan pengalaman kerja tersebut untuk membangun pendekatan kawasan yang lebih erat,” katanya lagi.

Menyusul bencana gempa bumi yang merusak di Provinsi Sichuan di Cina tahun lalu, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Presiden RI Susilo bambang Yudhoyono bertekad untuk memperdalam upaya bersama untuk memperkukuh kesiapan bencana dan kemampuan manajemen kawasan.

Kedua pemimpin saat itu sepakat bahwa Australia dan Indonesia akan menyelenggarakan lokakarya APEC tentang teknik penilaian kerusakan untuk menyelaraskan berbagai upaya di 21 ekonomi utama kawasan Asia-Pacific.

“Di seluruh kawasan, proses untuk melakukan penilaian sifat dan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh bencana tidaks eragam. Hal ini berpotensi memperlambat dan memperlemah pemberian bantuan bencana yang terarah dan berarti. Peningkatan pengetahuan tentang sistem penilaian kerusakan akan memfasilitasi dan mempercepat komunikasi dan tanggapan di antara para penerima bantuan dan ekonomi pemberi bantuan beberapa saat pasca bencana,” tutur Farmer.

Guna mencapai hal ini, Departemen Kejaksaan Agung Australia, yang bertanggunjawab atas kesiapan dan manajemend arurat di Australia, dan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) RI bersama-sama menyelenggarakan lokakarya bagi para pejabat tanggap darurat kawasan di Yogyakarta pada 3-6 Agustus 2009.

Pada akhir lokakarya ini, para peserta akan mengembangkan pertimbangan ekonomi-ekonomi APEC:

1. Satu bahasa teknik dan kebijakan penilaian kerusakan pasca bencana, termasuk definisi dan ruang lingkup ‘penilaian kerusakan pasca bencana’
2. Peningkatan kompetensi dan keterampilan untuk melakukan analisa ekonomi pasca bencana
3. Panduan praktik untuk pelaksanaan penilaian kerusakan pasca bencana


Lokakarya ini sangat penting bagi pengembangan kemampuan kawasan untuk memberikan tanggapan atas bencana - semakin tepat penilaian kita terhadap kerusakan tersebut, semakin baik kita mengarahkan sumber daya kita,” tukas Farmer.

Siaran Media Kedutaan Besar Australia, 3 Agustus 2009.


0 komentar:

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP