Duta Belia Indonesia mencari Persahabatan dan Pengertian di Australia

>> Selasa, 25 Agustus 2009

Sebuah delegasi beranggotakan 80 pemuda dan pelajar berbakat dari berbagai daerah di Indonesia akan bertolak ke Australia besok (25 Agustus 2009) sebagai bagian dari Program Duta Belia Departemen Luar Negeri RI.

Para peserta program yang berlangsung dari 25-29 Agustus 2009 itu akan dibagi menjadi tiga kelompok pelajar yang masing-masing akan berkunjung ke Melbourne, Sydney atau Perth, dan program ini dimaksudkan untuk memperkukuh pemahaman dan hubungan antar rakyat kedua negara.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap hal tersebut akan memperkenalkan warga Australia dengan pemuda Indonesia yang berprestasi, bercita-cita dan dinamis, sementara menawarkan pemimpin masa depan Indonesia ini suatu perkenalan tentang keanekaragaman Australia kontemporer dan banyaknya kesamaan antara kedua negara.

“Secara pribadi saya mengucapkan selamat kepada 80 pelajar berbakat yang berusia antara 16-18 tahun yang telah terpilih untuk ambil bagian berdasarkan nilai akademis yang istimewa dan partisipasi dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka),” tutur Dubes Farmer.

“Saya juga mengucapkan selamat kepada Departemen Luar Negeri RI atas prakarsa ini dan menyatakan kegembiraan kami bahwa program kunjungan tahun ini adalah ke Australia.”

“Saya berharap kunjungan ini akan memungkinkan mereka untuk mengembangkan persahabatan sepanjang hayat dan memberi mereka kesempatan untuk makin meningkatkan hubungan bilateral antar-warga, khususnya dengan pemuda Australia,” ujar Dubes.

“Hubungan antar-warga antara Indonesia dan Australia mempunyai sejarah panjang, yang sudah terjadi sebelum pemukinan Eropa di Australia dan terus berlangsung hingga kini. Penduduk keturunan Indonesia sebanyak 50.970 di Australia telah membuat sumbangsih besar terhadap keberhasilan Australia kontemporer yang majemuk.”

Penguatan hubungan antar-warga seperti itu adalah salah satu tujuan konferensi bilateral yang berhasil, Australia dan Indonesia: Mitra di Era Baru, yang diselenggarakan di Sydney pada Februari tahun ini.

Siaran Media, 24 Agustus 2009

Read more...

Pendaftaran Untuk Australian Development Scholarships 2010 Ditutup 4 September 2009

>> Rabu, 05 Agustus 2009

Warga Indonesia yang ingin turut membentuk masa depan negara diundang mengikuti pendaftaran Australian Development Scholarships 2010. Pendaftaran berakhir tanggal 4 September 2009.

Program beasiswa senilai AUD$ 40 juta (Rp 300 milliar) ini menawarkan kesempatan pada warga Indonesia untuk meraih gelar Master atau Doktor di universitas Australia dalam bidang studi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan masyarakat di Indonesia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer mengatakan bahwa beasiswa ini memberikan kesempatan pada warga Indonesia untuk meningkatkan pendidikan mereka dan membangun jaringan yang signifikan di Australia.

“Pengalaman akademis dan pribadi yang didapat melalui beasiswa ini akan memperlengkapi mereka dengan keterampilan dan pengetahuan untuk mendorong perubahan dan mempengaruhi hasil pembangunan Indonesia sekembalinya mereka ke tanah air.”, kata Farmer.

“Beasiswa ini bertujuan untuk memperkuat sumberdaya manusia dan pertumbuhan di Indonesia dan merupakan contoh yang bagus mengenai bagaimana kedua negara bekerja sama membangun hubungan antar manusia yang signifikan.”

Beasiswa ini ditujukan untuk mereka yang mempelajari bidang manajemen ekonomi, good governance, pendidikan, demokrasi, keadilan, serta keselamatan dan kedamaian. Bidang-bidang studi yang ditawarkan tersebut ditinjau tiap tahun berdasarkan kebutuhan pembangunan Indonesia.

Setidaknya separuh dari 300 beasiswa dialokasikan untuk wanita dan hingga 30 persen diberikan pada pelamar dari provinsi-provinsi yang menjadi target, termasuk Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, dan Aceh.

Australia menyediakan hingga 300 beasiswa pasca-sarjana setiap tahun bagi warga Indonesia untuk mendapatkan pendidikan pasca sarjana serta merasakan cara hidup di Australia dan berbagi mengenai kekayaan warisan budaya Indonesia dengan Australia.

Pendaftaran untuk tahun penerimaan 2010 ditutup 4 September 2009. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.adsindonesia.or.id atau www.australianscholarships.gov.au


Siaran Media Kedutaan Besar Australia, 15 Juni 2009.

Read more...

Berbagi dan Belajar: Australia dan Indonesia Menyelenggarakan Lokakarya Kawasan tentang Tanggap Bencana

Australia bekerjasama dengan pihak berwenang manajemen darurat Indonesia Rabu, 5 Agustus 2009, meluncurkan lokakarya empat hari di Yogyakareta tentang penilaian kerusakan ekonomi pada bencana besar kawasan.

“Indonesia dan Australia telah bekerjasama secara erat untuk saling mendukung pada beberapa tahun terakhir untuk memberikan tanggapan terhadap bencana alam, termasuk di Aceh, Yogyakarta, dan selama kebakaran hutan di Victoria,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer. “Dengan bersama-sama menyelenggarakan lokakarya ini, Australia dan Indonesia dapat memanfaatkan pengalaman kerja tersebut untuk membangun pendekatan kawasan yang lebih erat,” katanya lagi.

Menyusul bencana gempa bumi yang merusak di Provinsi Sichuan di Cina tahun lalu, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Presiden RI Susilo bambang Yudhoyono bertekad untuk memperdalam upaya bersama untuk memperkukuh kesiapan bencana dan kemampuan manajemen kawasan.

Kedua pemimpin saat itu sepakat bahwa Australia dan Indonesia akan menyelenggarakan lokakarya APEC tentang teknik penilaian kerusakan untuk menyelaraskan berbagai upaya di 21 ekonomi utama kawasan Asia-Pacific.

“Di seluruh kawasan, proses untuk melakukan penilaian sifat dan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh bencana tidaks eragam. Hal ini berpotensi memperlambat dan memperlemah pemberian bantuan bencana yang terarah dan berarti. Peningkatan pengetahuan tentang sistem penilaian kerusakan akan memfasilitasi dan mempercepat komunikasi dan tanggapan di antara para penerima bantuan dan ekonomi pemberi bantuan beberapa saat pasca bencana,” tutur Farmer.

Guna mencapai hal ini, Departemen Kejaksaan Agung Australia, yang bertanggunjawab atas kesiapan dan manajemend arurat di Australia, dan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) RI bersama-sama menyelenggarakan lokakarya bagi para pejabat tanggap darurat kawasan di Yogyakarta pada 3-6 Agustus 2009.

Pada akhir lokakarya ini, para peserta akan mengembangkan pertimbangan ekonomi-ekonomi APEC:

1. Satu bahasa teknik dan kebijakan penilaian kerusakan pasca bencana, termasuk definisi dan ruang lingkup ‘penilaian kerusakan pasca bencana’
2. Peningkatan kompetensi dan keterampilan untuk melakukan analisa ekonomi pasca bencana
3. Panduan praktik untuk pelaksanaan penilaian kerusakan pasca bencana


Lokakarya ini sangat penting bagi pengembangan kemampuan kawasan untuk memberikan tanggapan atas bencana - semakin tepat penilaian kita terhadap kerusakan tersebut, semakin baik kita mengarahkan sumber daya kita,” tukas Farmer.

Siaran Media Kedutaan Besar Australia, 3 Agustus 2009.


Read more...

Seminar Pengendalian Mutu di Kedutaan Besar Australia Membantu Menjembatani Lembaga Pendidikan Australia dan Indonesia

>> Rabu, 29 Juli 2009

Pada Rabu 29 Juli 2009, Kedutaan Besar Australia Jakarta menjadi tuan rumah seminar pengendalian mutu bagi lembaga pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Bagian Pendidikan. Lebih dari 80 perwakilan dari institusi pendidikan di Indonesia turut serta dalam seminar dan diskusi panel tersebut.


Seminar ini diselenggarakan sebagai kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada November 2008 oleh Wakil Perdana Menteri Australia yang sekaligus sebagai Menteri Pendidikan Australia, Julia Gillard, dan Menteri Pendidikan Indonesia, Bambang Sudibyo. Dewasa ini, departemen Pendidikan dari kedua negara telah membangun dan meningkatkan kemitraan yang lebih intensif, terutama di sektor Pendidikan Tinggi.

Dalam sambutannya, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, mengatakan bahwa seminar ini “memberi kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi informasi bagi para ahli pendidikan, rekan sejawat dan sahabat dari Australia dan Indonesia tentang masalah pengendalian mutu di lembaga mereka masing-masing.”

Pembicara pertama, Robert Carmichael, Direktur Audit dari Australian Universities Quality Agency (AUQA), menyampaikan presentasi tentang metode terkini yang digunakan untuk mengaudit lembaga-lembaga pendidikan tinggi Australia.

Dalam presentasinya, Carmichael menerangkan tentang prinsip dan pendekatan yang digunakan dalam sistem pengendalian mutu pendidikan yang diterapkan oleh badan yang berwenang dalam pendidikan tinggi di Australia.

AUQA adalah sebuah badan nasional nirlaba independen yang bertugas untuk membantu, mengaudit dan melaporkan pengendalian mutu lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Australia. Badan ini bersifat independen dan bekerja di bawah pimpinan Dewan Direktur.

Pembicara kedua adalah Prof. Dr. Johannes Gunawan, Sekertaris Dewan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Indonesia, yang juga Ketua Tim Nasional Indonesia untuk Sistem Pengendalian Mutu Pendidikan. Beliau memberikan presentasi tentang syarat-syarat yang diperlukan untuk mengimplementasikan kerangka pengendalian mutu oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

Prof. Gunawan menjelaskan kepada para peserta seminar bahwa pengendalian mutu untuk Standar Nasional Pendidikan (SNP) harus diterapkan dan digalakkan dari dalam organisasi sendiri sebagai bagian dari prosedur standar pengendalian mutu masing-masing organisasi tersebut dengan tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama dengan pihak luar.


Siaran Media Kedutaan Besar Australia, 29 Juli 2009

Read more...

Trade Official Killed in Jakarta Bombing

>> Sabtu, 18 Juli 2009

It is with profound sadness that we have today received official confirmation of the death of Craig Senger, a Trade Commissioner with Austrade, as a result of the attacks in Jakarta on Friday, 17 July 2009.

On behalf of the Australian Government, I wish to convey our deepest condolences to Craig’s wife and family. Our thoughts are with you during this time of terrible loss.

Australian officials are working with Craig’s wife and family to provide them with support and help make appropriate arrangements.

Mr Senger joined Austrade 11 years ago, and was posted to Jakarta in 2008 where he took up the role of Trade Commissioner, attached to the Australian Embassy. In this role, he served the Australian people by promoting our international business interests. At the time of his death, Craig was attending a high-level business meeting in the JW Marriott Hotel.

At this time, we also remember Garth McEvoy and Nathan Verity, the two other Australians who were killed, as well as many from other nationalities who died or were injured in these cowardly attacks. I convey our heartfelt sympathies to their families as well.

The Australian Government takes the safety and security of Australian citizens and officials very seriously as they are exposed to an increasingly complex and uncertain environment.

Following earlier attacks, we undertook an extensive upgrade of our security arrangements in Jakarta, and we will again review our security practices to make certain that everything possible is being done to ensure the safety of our officials who are representing Australia’s interests overseas.

Indonesia continues to be an important commercial partner for Australia and the Australian Government remains committed to growing our trade and investment links.

We will continue to provide businesses with advice on how to better understand and manage their risks and help maintain the safety of Australians as they conduct their business overseas because this is in the long-term interest of our country.

The Australian Government wishes to thank the Indonesian authorities for their cooperation and assistance in these difficult circumstances.

Read more...

Addie MS dan Twilite Orchestra Pentas di Gedung Opera Sydney Australia

>> Kamis, 16 Juli 2009

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer, dengan gembira melepas Addie MS dan Twilite Orchestra pada konser pra-keberangkatan malam ini di Djakarta Theatre. Twilite Orchestra bertolak ke Australia untuk tampil di Gedung Opera Sydney pada Selasa, 21 Juli 2009.

Pagelaran perdana di Sydney “Indonesia – A Touch of Harmony” akan menghadirkan musik dan budaya Indonesia dalam bentuk musik simponi Barat. Pagelaran ini akan mempersembahkan lagu-lagu tradisional Indonesia, karya komponis Indonesia dan karya Colin McPhee yang bertema Bali “Tabuh Tabuhan”.

Pentas Sydney ini juga akan menyuguhkan kerja sama antara musisi dan penyanyi Australia dan Indonesia termasuk pentas oleh soprano Indonesia Binu D Sukaman, pianis Indonesia Levi Gunardi dan Johannes Sebastian Nugroho, penyanyi jazz Utha Likumahuwa dan Twilite Chorus. Pihak Australia akan menyuguhkan tenor Australia Stephen Smith, bintang Idol Australia Jessica Mauboy dan Paduan Suara Masyarakat Katolik Indonesia di Sydney.

“Konser ini akan menjadi kesempatan yang menarik bagi penduduk Sydney untuk menikmati secara langsung bakat dan kreativitas dunia musik klasik Indonesia. Ini juga merupakan ilustrasi yang hebat tentang hubungan kebudayaan yang kukuh antara Australia dan Indonesia”, tutur Farmer.

Pagelaran ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui Lembaga Australia Indonesia (AII) dan dihadirkan oleh Departemen Kebudayaan and Pariwisata RI dan Konsulat Jenderal RI di Sydney.

Kunjungan ini merupakan salah satu program kebudayaan yang telah didanai oleh AII tahun ini. Didirikan pada 1989, AII telah memainkan peran yang unik dan vital dalam mempromosikan hubungan antar-warga secara bilateral, khususnya melalui program kebudayaan dan kesenian.

“Kerja sama yang erat dalam bidang kebudayaan hanyalah salah satu cara praktis yang semestinya dilakukan oleh tetangga dekat”, ujar Farmer.

Read more...

Pekan NAIDOC: Merayakan Kebudayaan Penduduk Asli Australia

>> Rabu, 08 Juli 2009

Kedutaan Besar Australia dengan bangga mengumumkan perayaan Pekan NAIDOC (Komite Nasional Hari Aborigin dan Kepulauan) sejak 5-12 Juli 2009.

Pekan NAIDOC diadakan pada bulan Juli setiap tahunnya, sebagai cara untuk mempromosikan pemahaman yang lebih luas mengenai masyarakat dan kebudayaan Aborigin dan Kepulauan Selat Torres dan untuk merayakan bertahannya kebudayaan penduduk asli Australia dan kontribusinya bagi Australia yang modern.

Tema Pekan NAIDOC 2009 adalah ‘Menghormati Para Tetua Kita, Mengayomi Generasi Muda Kita” yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk mengakui status para tetua sebagai pemimpin dan apanutan bagi generasi muda kita.

Sebagai penghargaan pada Pekan NAIDOC ini, Kedutaan Besar Australia pada Jumat 10 Juli akan mengadakan sebuah presentasi dan pemutaran film mengenai penduduk asli Australia untuk sekelompok mahasiswa pasca-sarjana. Pada Januari tahun ini, Kedutaan Besar Australia juga mengadakan sebuah festival kebudayaan penduduk asli Australia dengan judul Dreaming Stories. Festival ini menayangkan film-film penduduk asli Australia yang telah memenangkan berbagai penghargaan dan kami juga mengadakan pameran seni kontemporer Aborigin dengan judul BALGO, yang berasal dari Balgo Hills, sebuah daerah terpencil di Australia Barat.

Pekan NAIDOC juga memperingati permintaan maaf resmi yang bersejarah dari Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pada Februari tahun lalu kepada penduduk asli Australia. Walaupun permintaan maaf ini diberikan kepada seluruh penduduk asli Australia, namun terutama ditujukan kepada mereka yang apda masa kanak-kanak dipindahkan dengan paksa dari keluarga mereka dengan menggunakan peraturan dan kebijakan pemerintah sebelumnya (yang lebih dikenal dengan “Generasi yang Hilang”).

Permintaan maaf nasional tersebut adalah sebuah tindakan rekonsiliasi dan penyembuhan nasional yang sangat kuat. Pemerintah Australia berkomitmen untuk mendirikan sebuah pertalian dan kemitraan yang sejati dan terus-menerus dengan masyarakat penduduk asli. Permintaan maaf ini telah membantu menjadi awal terbangunnya rasa saling percaya dan niat baik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pekan NAIDOC 2009 dapat mengunjungi http://www.naidoc.org.au/MAIDOC-about/naidoc.aspx

(Siaran Media Kedutaan Besar Australia Jakarta, July 6, 2009)

Read more...

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP